• Posted by : damar 3 Apr 2016



    PSIKOLOGI SOSIAL
    PENGERTIAN
    Seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya bahwa psikologi social merupakan percabangan dari ilmu psikologi,psikologi social ini memfokuskan dalam meneliti dampak ataupun pengaruh terhadap perilaku manusia
    Dalam beberapa sumber yang sudah saya rangkum menjadi satu  tatanan, ilmu psikologi social juga di jelaskan oleh beberapa pakar di antaranya :
    1.       Menurut Hubert Bonner dalam bukunya “Social Psychology” menyatakan “Psikologi sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang tingkah laku manusia.“ Definisi ini menunjukkan bahwa Bonner lebih menitik beratkan pada tingkah laku individu, bukan tingkah laku sosial. Tingkah laku inilah yang menjadi pokok atau sasaran utama dalam mempelajari psikologi sosial.
    2.       Menurut Sherif dalam bukunya “An Outline of Social Psychology” memberikan definisi sebagai berikut : “ psokologi sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman dan tingkah laku individu manusia dalam kaitannya dengan situasi-situasi perangsang sosial.” Dalam defi\nisi ini, tingkah laku telah dihubungkan dengan situasi-situasi perangsang sosial.
    3.       Manurut Boring, Langveld, and Weld dalam bukunya “ Foundations of Psychology” berpendapat bahwa: “Psikologi sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari individu manusia dalam kelompokknya dan hubungan antara manusia dengan manusia.
    4.       Menurut Roueck and Warren dalam bukunya “Sociology” memberikan batasan bahwa :”Psikologi sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari segi-segi psycholois daripada tinghkah laku manusia, yang dipengaruhi oleh interaksi sosial.” Dalalm sefinsi ini telah dinyatakan bahwa interaksi amnusia telah nyata pengaruhnya pada tinghkah laku manusia.
    5.       Menurut A.M. Chorus dalam bukunya “Gronslagen der sociale Psycologie” merumuskan bahwa : “Psikologi sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu manusia sebagai anggota suatu masyarakat.” Chorus memberikan definisi tersebut dengan kesadaran bahwa setiap manusia yang normal akan hidup dan berhubungan bersama dengan masyarakat.
    6.       Sedangkan di dalam kamus Paedagogik menyatakan bahwa : “Psikologi Sosial ialah ilmu jiwa yang mempelajari gejala-gejala psikis pada massa, bangsa, golongan, masyarakat dan sebagainya. Lawannya : Psikologi individu (orang-orang).”


    TUJUAN
    Sama halnya tujuan dalam bidang-bidang yang lain, tujuan pembelajaran Psikologi Sosial bertumpu pada tujuan yang lebih tinggi. Secara hirarki, tujuan Pendidikan Nasional pada tataran operasional dijbarkan dalam tujuan institusioanl tiap jenis dan jenjeang pendidikan . selanjutnay pencapaian tujuan institusional ini, secara praktis dijabarkan dalam tujuan kurikuler atau tujuan mata pelajaran. Akhirnay tujuan kurikuler ini, secara praktis operasional dijabarkan dalam tuuan instruksional atau tujuan pembelajaran.dalam sub bahasan ini, dibatasi p[ada uraian tuuan kurikuler bidang studi Psikologi Sosial. Tujuan kurikuler Psikologi Sosial yang harus dicapai sekurang-kurangnay meliputi lima tujuan berikut.
    1.      Membekali peserta didik dengan pengetahuan Psikologi Sosial sehinggat tidak       terpenagruh, tersugesti, atau terpengaruh oleh situasi sosial yang selamanya tidak bernilai baik
    2.      Membekali peserta didik dengan kemampuan memngiudentifikasi, mengnalisa dan menyusun alternatif pemecahan masalah-masalah sosial secara teap dan sisitematis mengenai proses kejiwaan yang berhubuunagn dengan kehidupn bersama
    3.      Membekali peserta didik dengan kemampuan berkomunikasi denagn sesama warga masyarakat sehingga memudahkan dalam melakukan pendekatan untuk mewujudkan perubahan dan pengrahan kepada tujuan denagn sebaik-baiknya
    4.      Membekali peserta didik denagn kesadaran terhadap lingkungan sosial sehingga mampu merubah sifat dan sikap sosialnya.
    5.      Membekali peserta didik denagn kemampuan mengembangkan pengetahuan dan keimuan psikologi sosial sesuai dengan perkembangan kehidupan, perkembanagn masyarakat \, perkembanagn ilmu, dan perkembangan teknologi.


    Konsep dasar Psikologi Sosial dan implementasinya dalam kehidupan msyarakat
    objek pembahasan psikologi sosial adalah terpusta kepada kehidupan manusia,seperti yang kita ketahui , manusia adalah ciptaan tuhan yang bisa di katakana hampir mendekati sempurna, kenapa saya katakana ‘hampir’ ? ,karna yang kita lihat tidak ada manusia yang sempurna, pasti semua manusia mempunyai sisih buruk yang tak tampak secara langsung,manusia memiliki kecerdasan ,akal serta nafsu yang lebih daripada makluk ciptaan tuhan yang lainnya. Kelebihan inilah yang mendorong manusia mampu menguaai alam, menakklukkan makhluk yang lebih kuat, dan menciptakn segala sesuatu yang dapat menyempurnakan dirinya. Hal ini dapat mereka capai karena di setiap diri manusia terdapat suatu potensi yang dapat mendorong manusia agar terus maju dan menciptakan apa yang mereka butuhkan



          berikut ini merupakan contoh bahwa manusia lebih tinggi dari pada makluk yang lainnya:
    1.    Kemampuan untuk berbahasa dan menciptakan Bahasa serta mengembangkannya,dalam kenyataannya memang tak hanya manusia yang memiliki kemampuan berbahsa hewanpun mempunyai bahasanya sendiri, namun apakah mereka bisa menambah Bahasa mereka serta mengembangkannya ??
    2.       .      Hidup dalam 3 dimensi waktu. Manusia memiliki kemampuan untuk hidup dalam 3 dimensi waktu. Manusia mampu m,endasarkan tingkah lakunya pada pengalaman masa lalunya, kebutuhan-kebutuhan sekarang, dan tujuan yang akan dicapai pada amsa yang akan datang. Pengalaman-pena\galaman masa lalu merupakan peganagn bagi perbuatan-perbuatannya masa sekarang, sehingga kesalahan yang sama tidak akan selalu terulang-ulang. Pengalaman-penaglaman yang tidak baik diingat untuk yidak berbuat lagio sedangkan pengalaaman-pengalaman yang baik dipegang untuk pedoman dalam kegiatan-kegiatannya masa kini yang kemudian kegiatan tersebut diarahkan untuk mencapai tujuan yang akan datang dengan sebaik-baiknya. Dengan perkataan lain bahwa amnusia dapat merencanakan paa yang akan diperbuat dan apa yang akan dicapai.
    3.       Adanay sikap etik. Di dalam  setiap masyarakat pasti terdapat peraturan atau norma-norma yang mengatur tingkah laku anggota anggotanya baik itu masyarakat modern  maupun masyarakat yang masih terbelakang sekalipun norma tersebut  merupakan ketentuan apakah sesuatu perbuatan itu dipandang baik atau buruk. Norma tersebut tidak selalu sama antara masyarkat  satu dengan yang lainnya sesuai dengan adat kebiasaan, agama, dan perkembanagn kebudayaan umumnya dimana dia hidup. Individu sebagai anggota masyarakat berusaha untuk berbuat sesuai dengan norma yang berlaku dala masyarakat karena adanya sikap etik yang dimilikinya. Namun demikian sesuai dengan tuntutan kebudayaan manusia berusaha unr\tuk menyempurnakan noram yang telah ada

    Ketiga potensi di atas oleh para ahli dijadikan sebagai syarat “human minimum”. Oleh karenanya jika tidak terdapat ketiga potensi tersebut maka akan sukar untuk dikelompokkan sebagai masyarakat manusia. Pemahamanini selanjutnya akan mendorong untuk meningkatkan kecakapan dan potensi diri pribadinya
    manusia juga disebut sebagai makhluk monopluralis. Disebut demikian karena manusia dapat dipandang sebagai makhluk individu, sosial, dan ber-Tuhan.
    1.      Makhluk individu. Manusia sebagai makhluk  individual berarti manusia itu menerapkan  suatu totaliat individu berasal dari kata in-dividere yang berarti tidak dapat dipecah-pecah. Dalam aliran modern, ditegaskan bahwa jiwa manusia itu merupakan satu kesatuan jiwaraga yang berkegiatan secara keseluruhan.
    2.      Makhluk sosial. Manusia tidaklah mungkin hidup sendiri tanpa danya komunikasi dengan manusia yang lainnya. Sejak dilahirkan manusia membutuhkan bantuan orang lain.
    3.      Makhluk ber-Tuhan. Sebagai manusia yang beragama, dalam kehidupannya tidak bisa lepas dari pengakuan terhadap Tuhan. Hanya mereka yang tergolong atheis saja yang tidak mengakuai adanya Tuhan. Sebenarnya mereka yang atheis pun tanpa disadari telah menyatakan kebutuhannya kepada Tuhan  meskipun tidak sempurna. Hali ini terbukti denagn aktivitasnya yang menyembah kepada dewa-dewa dan benda-benda lainnya.aneh bukan -_-?


    Ok mungkin sampai sini dulu pembahasan mengenai psokologi sosialnya, mungkin pembahasan tentang psikologi social akan di lanjut di post selanjutnya , semoga apa yang saya tulis tadi dapat bermanfaat J, jika ada yang ingin di tanyakan bisa melalui komantar di bawah ya J



    Leave a Reply

    Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

  • - Copyright © 2013 RETNO_WIBOWO - To Aru Kagaku no Railgun - Powered by Blogger - Designed by retno wibowo -