Posted by : damar
3 Apr 2016
![]() |
| image source: psychology.about.com |
Definisi Psikologi Klinis
- Merupakan sub-area dari ilmu psikologi yang mempelajari proses perilaku & mental, meliputi penelitian tentang proses mental & perilaku, asesmen atau pengukuran terhadap kemampuan/potensi & karakteristik individu, & usaha untuk menolong orang yang mengalami gangguan psikologis
- Memiliki sikap klinis ataupun pendekatan klinis: mengkombinasikan antara hasil riset tentang proses mental & perilaku dengan asesmen individu untuk memahami & menolong seseorang.
- Psikologi klinis telah mengutamakan penerapan hasil penelitian sesuai perbedaan masing2 individu (idiographic level) tidak untuk orang secara umum (nomothetic level)
Lingkup Kerja Psikologi Klinis
- Sebagai peneliti & praktisi yang meliputi kegiatan asesmen, treatment, riset, teaching, konsultasi & administrasi
Akar Psikologi Klinis
Kemunculan Psikologi Klinis dipengaruhi oleh faktor :
- Penggunaan metode penelitian didalam psikologi, studi tentang perbedaan individual & perubahan dalam pandangan gangguan psikologis serta intervensinya.
Berkembangnya metode penelitian dalam ilmu psikologi:
- Diawali dengan penelitian dalam laboratorium yang dilakukan oleh Wundt di Leipzig, Wina (1879), psikologi diakui sebagai sebuah ilmu & diikuti dengan penelitian2 lainnya.
Individual Differences
- Masa astronomi, phrenology, physiognamy, psychology, measuring (mental test)
Changing Conception of Behavior Disorder - Kekuatan magis, filosofu & religion, biologis, pendekatan personal (Pinel,dll), psikologis (hypnotis).
Studi Perbedaan Individual:
- Pandangan Astronomis
- Pandangan Anatomis: fisik terhadap perilaku
- Galton: Mental Testing Center
- Cattel: Mental Test
- Binnet: Fungsi mental
Gangguan Psikologis & Intervensi
- Gangguan psikologis tidak lagi dipandang sebagai kekuatan supranatural; adanya gangguan mental: Pnel, Dorothe Dix, Charrot, Freud (Study in hysteris) à memperlakukan penderita gangguan mental secara lebih manusiawi.
Kelahiran Psikologi Klinis
- Pertama kalinya muncul Psychological Clinic untuk Lightner Witmer (1896) à kasus Charles Gilman (problem sekolah) à asesmen & treatmen
- Jurnal The Psychological Clinic (1907)
- American Association of Clinical Psychologist (AACP) 1917
- Pada masa perang 1918-1941 : berkembangnya asesmen (tes psikologi)
- Pada masa sesudah perang: pendidikan psikologi klinis Abad 20-21: spesialisasi psikologi klinis, aktivitas & isu-isu lain (organisasi)
Sejarah Psikologi Klinis
Meskipun psikologi klinis sebagai bidang keahlian khusus profeswional baru berumur 100 tahun lebih sedikit, akarnya dapat ditarik ke belakang, sepanjang perjalanan sejarah umat manusia. Orang-orang di jaman Yunani dan India kuno, di Abad Pertengahan London, dan di jaman Amerika-kolonial menghadapi banyak masalah yang sama dalam beradaptasi dengan lingkungan sosial dan berbagai kesulitan yang sama dengan yang dihadapi saat ini. Sumbangan genetic dan pengalaman awal pasti telah mempredisposisikan orang-orang primitive untuk mengalami berbagai gangguan dan stress.
Cara-cara yang dapat diterima untuk menangani berbagai masalah psikologi di tiap budaya melibatkan individu-individu yang memainkan peran-peran serupa dengan yang dimainkan oleh para psikolog dan pekerja kesehatan mental dewasa ini. Orang bijak di Delphi, dokter dukun di Afrika Tengah, tetua di suku-suku Indian, dan pendeta serta pastur selama berabad-abad telah membantu para laki-laki dan perempuan dalam memutuskan tentang segala sesuatu yang dilakukan, bagaimana menerima kenyataan yang tak mungkin ditawar dalam kehidupan, dan bagaimana cara mengubah sikap dan perilaku yang tidak memuaskan. Bahkan sampai hari ini pun sebagian orang lebih suka berkonsultasi dengan astrolog daripada membawa masalahnya ke klinik psikologi atau pelayanan professional lainnya. Setiap orang tumbuh bersama keyakinan dan kebiasaan berbasis budaya, dan ketika klinisi bertemu dengan orang-orang, semua itu menjadi bagian pertemuannya.
Ide-ide yang terjalin menjadi bahan baku psikologi klinis juga dapat ditarik mundur sampai ke awal sejarah yang tercatat. Para filsuf Yunani mengembangkan cara-cara ilmiah untuk melihat alam, termasuk manusia. Aristoteles (lahir 384 SM) kadang-kadang dianggap sebagai psikolog yang pertama. Kata psychology diambil dari kata Yunani psyche (yang berarti nafas, jiwa atau prinsip hidup) dan logos (pembicaraan, kata atau alasan), tetapi nama psychology untuk ilmu belum digunakan sehingga berabad-abad kemudian. Hipokrates (lahir 460 SM) memprakarsai pendekatan medis pada fenomena psikologis abnormal yang sedikit demi sedikit menggantikan konsepsi-konsepsi supranatural dan demonologis. Konsepsi-konsepsi ilmiah tentang sifat manusia mengalami pasang surut dari abad kea bad , tetapi tidak pernah sama sekali menghilang. Bahkan selama abad 15 dan 16, masa kejayaan ilmu guna-guna, sebagian orang berani berbicara lantang menentang pandangan dan praktik yang berlaku pada waktu itu.
Periode I: Kelahiran, 1896-1917
Psikologi sebagai ilmu: akhir abad ke 19 di Eropa dan Amerika
Digerakkan oleh 3 perkembangan sosial:
Pada tahun 1896, Leightner Witmer (murid Wilhelm Wundt), menggunakan istilah clinical psychology serta membuka klinik psikologi pertama di University of Pennsylvania. Witmer menekankan pada pentingnya assessment sebelum melakukan penanganan.
Jurnal The Psychological Clinic (1907)
Dari tahun 1900-1920: banyak alat-alat bantu psikologi: tes inteligensi, tes kepribadian
Periode II: Masa Perang, 1918-1941
Periode III: Postwar
Ide-ide yang terjalin menjadi bahan baku psikologi klinis juga dapat ditarik mundur sampai ke awal sejarah yang tercatat. Para filsuf Yunani mengembangkan cara-cara ilmiah untuk melihat alam, termasuk manusia. Aristoteles (lahir 384 SM) kadang-kadang dianggap sebagai psikolog yang pertama. Kata psychology diambil dari kata Yunani psyche (yang berarti nafas, jiwa atau prinsip hidup) dan logos (pembicaraan, kata atau alasan), tetapi nama psychology untuk ilmu belum digunakan sehingga berabad-abad kemudian. Hipokrates (lahir 460 SM) memprakarsai pendekatan medis pada fenomena psikologis abnormal yang sedikit demi sedikit menggantikan konsepsi-konsepsi supranatural dan demonologis. Konsepsi-konsepsi ilmiah tentang sifat manusia mengalami pasang surut dari abad kea bad , tetapi tidak pernah sama sekali menghilang. Bahkan selama abad 15 dan 16, masa kejayaan ilmu guna-guna, sebagian orang berani berbicara lantang menentang pandangan dan praktik yang berlaku pada waktu itu.
Periode I: Kelahiran, 1896-1917
Psikologi sebagai ilmu: akhir abad ke 19 di Eropa dan Amerika
Digerakkan oleh 3 perkembangan sosial:
- Revolusi Industri: ikatan yang bersifat kekeluargaan dan kemasyarakatan digantikan oleh hubungan yang bersifat birokratis dan impersonal
- Pertumbuhan ilmu pengetahuan dan semakin tingginya kepercayaan terhadap ilmu pengetahuan sebagai fondasi kemajuan manusia
- Pandangan baru mengenai sifat manusia, lebih pada asumsi rasional dan hedonistis.
Pada tahun 1896, Leightner Witmer (murid Wilhelm Wundt), menggunakan istilah clinical psychology serta membuka klinik psikologi pertama di University of Pennsylvania. Witmer menekankan pada pentingnya assessment sebelum melakukan penanganan.
Jurnal The Psychological Clinic (1907)
Dari tahun 1900-1920: banyak alat-alat bantu psikologi: tes inteligensi, tes kepribadian
Periode II: Masa Perang, 1918-1941
- Masa pertumbuhan dan kemajuan di bidang ilmu psikologi dan perkembangan pola standar bagi organisasi pelayanan psikologi
- Bidang ide dan konsep: Freudian menjadi orientasi dominan
- John Watson: gerakan behavioral mempengaruhi kegiatan riset
- Banyak berdiri klinik psikologi anak
- 1945: setelah PD II berakhir, psikolog Amerika byk terlibat dlm pekerjaan RS --> dari bidang pendidikan menjadi keahlian khusus medis
- 1930-an: berdiri layanan konseling di kampus, University of Minnesota
- Perkembangan alat-alat tes: MMPI, Rorschach, Binet, TAT
Periode III: Postwar
- Selama 2-3 dekade setelah PD II, psikolog klinis tlh menjadi profesi mandiri: banyak terlibat dalam perang, banyak ide baru, standar baru
- 1944: Psikologi klinis menjadi divisi dalam APA
- 1952: APA menerbitkan Diagnostic and Statistical Manual (DSM) I
- Sertifikasi dan lisensi legal untuk psikolog klinis di Amerika
Banyak pengertian
mengenai psikologi klinis , di bawa ini merupakan penjelasan mengenai
pengertian dari psikologi klinis menurut para pakar
Pengertian
Psikologi Klinis
Menurut J.H.Resinck adalah bidang dalam psikologi yang meliputi riset,
pelayanan dan pengajaran yang relevan dengan prinsip-prinsip, metode-metode dan
prosedur aplikasi untuk memahami, meduga dan mengurangi maladjustmen,
ketidaknyamanan dan ketidakmampuan, diterapkan pada populasi klien untuk
rentang yang luas
Menurut
Witmer, Pengertian Psikologi Klinis ialah metode yang
digunakan untuk mengubah atau mengembangkan jiwa seseorang berdasarkan hasil
observasi dan eksperimen dengan menggunakan teknik penanganan pedagosis.
Corsini
mengatakan
bahwa Pengertian Psikologi Klinis merupakan cabang psikologi yang
bersifat spesialis dalam studi, prevensi, diagnosis dan penanganan
gangguan-gangguan perilaku dan gangguan mental dan tekanan-tekanan mental yang
negative
Pengertian
Psikologi Klinis
Menurut American Psychological Association Clinical Section adalah
suatu wujud psikologi terapan yang bermaksud memahami kapasitas perilaku dan
karakteristik individu yang dilaksanakan melalui metode pengukuran, analisis
dan pemberian saran serta rekomendasi agar individu mampu melakukan penyesuaian
diri secara patut.
Ada
beberapa ciri atau sifat yang terdapat pada Psikologi Klinis,
yaitu :
- Memiliki
orientasi ilmiah-profesional. Yang dimaksudkan dalam hal ini ialah adanya
ciri berupa penggunaan kaidah psikologi dan metode ilmu, dalam pemberian
bantuan terhadap individu yang menderita masalah-masalah psikologis
melalui intervensi dan evaluasi psikologis.
- Menampilkan
kompetensi psikolog, sebab psikolog klinis terlatih di dalam menggunakan
petunjuk dan pengetahuan psikologi dalam kerja profesionalnya.
- Menampilkan
kompetensi klinikus, karena berusaha mengerti orang lain dalam
kompleksitas alamiah dan transformasi adaptif secara berkelanjutan.
- Ilmiah,
karena penggunaan metode ilmiah untuk mencapai presisi dan objektivitas
untuk setiap individu yang ditanganinya.
- Profesional,
karena dalam hal ini lebih menyumbangkan pelayanan kemanusiaan yang
penting bagi individual, komunitas dan kelompok sosial untuk
memecahkan masalah psikososial dan meningkatkan kualitas hidup.
Sumber : Buku
dalam Penulisan Pengertian Psikologi Klinis Menurut Para Pakar :
-
Sutardjo A. Wiramihardja, 2007. Pengantar Psikologi Klinis. Yang
menerbitkan PT Refika Aditama : Bandung.
Daftar Pustaka: http://www.ilmupsikologi.com/2015/10/pengertian-dan-teori-psikologi-klinis-menurut-para-ahli.html#ixzz44vrK6wPk

