Recent Blog Post

Archive for 05/25/16



  • Macam-macam kelainan kepribadian 

    1) PSIKOPAT
    Disebut juga sosiopat, adalah kelainan perilaku yang berbentuk antisosial yaitu yang tidak mempedulikan norma – norma sosial .

    2) KELAINAN SEXUAL
           Ada 2 macam kelainan tingkah laku sexual yaitu :

    1.  Kelainan pada obyek
    Cara seseorang memuaskan dorongan sexualnya normal, tetapi obyek yang dijadikan sasaran pemuasan lain dari biasanya

    Homosex : Ketertarikan melakukan hubungan seks dengan sesama jenis ( pria )
    Lesbian : Ketertarikan melakukan hubungan seks dengan sesama jenis ( wanita )
    Pedofilia : Obyek pemuasan seksual adalah pada anak yang belum akil baligh
    Fetisisme : Obyek pemuasan seksual adalah dengan benda mati seperti pakaian dalam, rambut.
    Nekrofilia : Obyek pemuasan seksual adalah dengan mayat
    Bestiality : Obyek pemuasan seksual adalah dengan binatang
    Gerontoseksualitas : Obyek pemuasan seksual adalah dengan seseorang yang berusia lanjut
    Incest : Obyek pemuasan seksual dengan sesama anggota keluarga yang tidak diperbolehkan melakukan pernikahan entah itu oleh alasan biologis ataupun dari adat yang berlaku


    2. Kelainan pada cara
       Obyek pemuasan seksual tetap lawan mengarah ke lawan jenis , akan tetapi dengan cara , yang menurtu saya sendiri cukup luar biasa -_- contohnya  :

    Ekshibisionis : Cara pemuasan seksual dengan memperlihatkan genetalianya kepada orang lain yang tidak dikenalnya
    Voyeuris :Cara pemuasan seksual dengan melihat/ mengintip orang telanjang
    Sadisme : Cara pemuasan seksual dengan menyakiti secara fisik dan psikologis obyek seksualnya
    Masokisme : Cara pemuasan seksual dengan menyiksa diri sendiri
    Frottage : Cara pemuasan seksual dengan meraba orang yang disenangi tanpa diketahui oleh korbannya

    3) PSIKONEUROSIS
     
    Kumpulan reaksi psikis dengan ciri spesifik kecemasan dan diekspresikan secara tidak sadar dengan menggunakan mekanisme pertahanan diri, contoh :

    Fugue : Bentuk gangguan mental disertai keinginan kuat untuk mengembara atau meninggalkan rumah karena amnesia
    Somnabulisme : Keadaan tidur sambil berjalan dan melakukan suatu perbuatan
    Multiple personality : Kepribadian ganda
    Fobia : Ketakutan yang tiada sebab, irasional dan tidak logis walaupun sebenarnya tidak ada alasan untuk takut
    Obsesi : Ide kuat yang bersifat terus menerus melekat dalam pikiran dan tidak mau hilang serta sering irasional
    Histeria : Gangguan mental yang ditandai dengan perilaku yang cenderung dramatis, emosional dan reaksi berlebihan
    Hipokondria : Kondisi kecemasan yang kronis, pasien selalu merasakan ketakutan yang patologis tentang kesehatan sendiri

    4)PSIKOSIS
    Disebut dengan kelainan kepribadian yang besar (Psychosis Mayor) karena seluruh kepribadian orang yang bersangkutan terkena dan orang tersebut tidak dapat lagi hidup dan bergaul normal dengan orang di sekitarnya

    Jenis – jenis Psikosis
    a. Psikosis Fungsional

    Skizophrenia
     Terjadi perpecahan kepribadian, antara pikiran, perasaan dan perbuatan berjalan sendiri – sendiri
    Contoh : Seseorang bercerita tentang anaknya yang meninggal terlindas kereta api (pikiran) sambil tertawa (perasaan) dan menari – nari (perbuatan)

    Paranoid
     Sering merasa cemburu, curiga, dendam, iri hati kepada orang lain yang sifatnya irasional
    Psikosis manis – depresif
     Gangguan mental serius yang ditandai dengan perubahan emosi seperti menjadi sangat gembira dan tidak lama kemudian menjadi sangat sedih 
     Psikosis Organik
     Faktor penyebabnya adalah kelainan pada tubuh atau fungsi anggota tubuh.
    Contoh: karena usia tua terjadi penyempitan pembuluh darah sehingga menyebabkan individu tersebut sering marah.




    http://dianhusadanuruleka.blogspot.co.id/p/macam-macam-kepribadian-abnormal.html


    kelainan kepribadian




  • Kepribadiaan ,, kepribadian adalah kumpulan dari beberapa watak yang di tunjukkan oleh seorang individu dalam bertingkah laku, hal ini menimbulkan munculnya identitas khusus, yang mana tidak bias ataupun bisa  di lihat secara langsung, dan memungkinkan tidak ada kemiripan dengan orang lain secara 100%
    Adapun beberapa faktor yang membentuk ke pribadian seseorang:
    Pembawaan ataupun warisan secara biologis, biasanya sifat yang di ambil ialah perpaduan dari kedua orang tua, jarang yang mengambil 100% dari salah satu orangtuanya saja
    Lingkungan , hal ini juga menjadi salah satu faktor pembentukan ke pribadian,
    Kelompok , entah itu kelompok bermain ataupun bersosialisasi, hal ini hampir sama seperti pengaruh biologis dari orang tua, yang membedakan adalah, jalur pengaruh yang biasanya terjadi secara eksternal
    Selain factor pembentuk juga terdapat media , media yang dapat menimbulkan perubahan ataupun membangun ke pribadian serang individu, contohnya:
    teman sepermainan
    sekolah
    keluarga
    media sosial yang berlaku

    Tahap tahap pembentukan kepribadian:

    1. Persiapan/ Prepatory stage.
    2. Tahap Meniru/ Play stage.
    3. Tahap Sikap Bertindak/ Game Stage.
    4. Tahap Penerimaan Norma Kolektif/ Generalized Other.

    Setelah membahas mengenai kepribadian, di bawah ini akan membahas mengenai gangguan tentang ke pribadian , yang mungkin contohnya dapat anda temui di sekitar , karna pada dasarnya setiap individu mempunyai kecacatan dalam pribadinya, berukut merupakan contoh gangguan kepribadian
    Gangguan kepribadian atau yang bisa di sebut dengan personality disorder,gangguin ini di bagi menjadi 13 kategori:



    1. Gangguan Kepribadian Psikopatik (Psychopathic/Antisosial Personality Disorders) 

    Kesalah pahaman yang umum adalah bahwa gangguan kepribadian antisosial mengacu pada orang yang memiliki keterampilan sosial yang buruk. Namun, seringkali yang terjadi adalah hal sebaliknya. Alih-alih karena kurangnya keterampilan sosial, gangguan kepribadian antisosial ditandai oleh kurangnya hati nurani. Orang dengan gangguan ini rentan terhadap perilaku kriminal, percaya bahwa korban-korban mereka lemah dan pantas dimanfaatkan. Antisocial cenderung untuk berbohong dan mencuri. Sering kali, mereka ceroboh dengan uang dan mengambil tindakan tanpa berpikir tentang konsekuensinya. Mereka sering agresif dan jauh lebih peduli dengan kebutuhan mereka sendiri daripada kebutuhan orang lain.
    Sebagian besar penjahat di penjara memiliki gangguan kepribadian antisosial hingga derajat tertentu. Pengobatan gangguan ini sangat sulit, meskipun gejala gangguan antisocial sering berkurang seiring dengan bertambahnya usia  

    2. Gangguan Kepribadian Paranoid (Paranoid Personality Disorders) 

                Adalah pola gangguannke pribadian yang di dominasi oleh ketidak percayaan ataupun kecurigaan terhadap orang lain yang di sertai dengan rasa dengki
    Gangguan kepribadian paranoid ditandai oleh ketidakpercayaan terhadap orang lain dan kecurigaan yang terus-menerus bahwa orang di sekitar Anda memiliki motif jahat. Orang dengan gangguan ini cenderung memiliki kepercayaan yang berlebihan pada pengetahuan dan kemampuan mereka sendiri dan biasanya menghindari hubungan dekat. Mereka mencari maksud tersembunyi dalam segala hal dan membaca niat bermusuhan pada tindakan orang lain. Mereka mudah mempertanyakan kesetiaan teman dan orang yang dicintai dan sering bersikap dingin dan menjaga jarak dengan orang lain. Mereka biasanya mengalihkan tanggung jawab kepada orang lain dan cenderung menyimpan dendam dalam waktu yang lama.


    3. Gangguan Kepribadian Skizoid (Schizoid Personality Disorders)
        
    Adalah pola kepribadian yang di dominasi oleh pemisahan diri dari pergaulan , serta menyempitnya ekspresi emosional , atau yang orang umum bilang orang yang dingin
    Orang dengan gangguan kepribadian schizoid menghindari menjalin hubungan dan tidak menunjukkan banyak emosi. Tidak seperti avoidants, schizoids benar-benar lebih suka menyendiri dan tidak diam-diam menginginkan popularitas. Mereka cenderung mencari pekerjaan yang membutuhkan sedikit kontak sosial. Keterampilan sosial mereka sering lemah dan mereka tidak menunjukkan perlunya perhatian atau penerimaan. Mereka dianggap tidak humoris dan menjaga jarak oleh orang lain dan sering disebut “penyendiri.”
    Adalah penting untuk membedakan schizoid dengan avoidant. Avoidants akan merasa cemas dalam situasi sosial namun memiliki keinginan untuk menyesuaikan diri, sementara schizoids benar-benar hanya lebih suka menyendiri. Kadang-kadang sulit juga untuk membedakan antara penderita schizoids dan penderita sindrom Asperger.
    Kelainan ini lebih sering ditemui dan sering lebih parah pada laki-laki. Schizoids biasanya tidak mencari pengobatan sendiri, melainkan dibujuk untuk menjalani pengobatan oleh orang yang dicintai.

    4. Gangguan Kepribadian Skizotipal (Schizotipal Personality Disorders) 

    Adalah pola kepribadian yang di dominasi oleh rasa tidak nyaman dalam berhubungan dengan oranglain, adanya penyimpangan pola pikir (cognitive) atau persepsi dan perilaku yang eksesntik atau aneh -__-, mungkin ini termasuk anak anak kali ya ,, hahahahaha
    Banyak yang percaya bahwa gangguan kepribadian schizotypal mewakili skizofrenia ringan. Kelainan ini ditandai oleh cara berpikir dan memahami yang aneh, dan individu dengan gangguan ini sering mencari isolasi dari orang lain. Mereka kadang-kadang percaya bahwa mereka memiliki kemampuan indra keenam atau bahwa mereka terhubung melalui cara-cara tertentu dengan berbagai kejadian yang (sebenarnya) tidak berhubungan sama sekali dengan mereka. Mereka umumnya berperilaku eksentrik dan mengalami kesulitan berkonsentrasi untuk jangka waktu yang lama. Perkataan mereka biasanya rumit dan sulit untuk diikuti.


    5. Gangguan Kepribadian Ambang (Borderline Personality Disorders) adalah pola kepribadian yang didominasi oleh ketidak-stabilan dalam hubungan pergaulan sosial, citra diri (self-image), alam perasaan(affects) dan tindakan yang tiada terduga serta menyolok (marked impulsitivy).
    Gangguan kepribadian borderline ditandai oleh ketidakstabilan suasana hati dan perasaan rendah diri. Orang dengan gangguan ini rentan terhadap perubahan mood yang terus menerus dan kemunculan rasa marah. Sering kali, mereka akan marah pada pada diri mereka sendiri, menyebabkan luka pada tubuh mereka sendiri. Ancaman dan tindakan bunuh diri biasa ditemui pada penderita borderline. Borderline berpikir dengan cara yang sangat hitam-putih dan seringkali sarat konflik dan ketegangan dalam berhubungan. Mereka juga cepat marah ketika harapan mereka tidak terpenuhi.
    Gangguan kepribadian borderline dinamakan demikian karena pada awalnya dianggap berada di “perbatasan” gangguan jiwa. Kelainan ini relatif umum, mempengaruhi 2% dari seluruh orang dewasa. Perempuan lebih mungkin untuk menderita borderline daripada pria. Hampir 20% pasien rawat inap psikiatri adalah penderita borderline. Dengan pengobatan, pasien sering mendapati gejala mereka membaik.
    Pengobatan borderline melibatkan terapi di mana pasien belajar untuk mengekspresikan perasaannya alih-alih melampiaskan perasaan mereka dengan cara yang merusak dan merugikan diri sendiri. Obat dapat membantu, dan perlu disertai dengan penanganan masalah penyalahgunaan alkohol atau obat terlarang. Rawat inap singkat kadang-kadang diperlukan, terutama dalam kasus yang melibatkan episode psikotik atau ancaman/upaya bunuh diri



    6. Gangguan Kepribadian Histerik (Histrionic Personality Disorders) adalah pola kepribadian yang didominasi oleh emosi yang berlebihan dan mencari perhatian.

    Orang dengan gangguan kepribadian histrionik adalah pencari perhatian konstan. Mereka perlu menjadi pusat perhatian setiap waktu, sering menginterupsi orang lain untuk mendominasi pembicaraan. Mereka menggunakan bahasa yang muluk-muluk untuk menjelaskan kejadian sehari-hari dan mencari pujian terus-menerus. Mereka mungkin mengenakan pakaian yang provokatif atau membesar-besarkan penyakit untuk mendapatkan perhatian. Histrionik juga cenderung membesar-besarkan persahabatan dan hubungan, percaya bahwa semua orang mengasihi mereka. Mereka sering manipulatif

    7. Gangguan Kepribadian Narsistik (Narcissistic Personality Disorders) adalah pola kepribadian yang didominasi oleh perasaan dirinya hebat, senang dipuji dan dikagumi serta tidak ada rasa empati (tidak punya perasaan).

    Gangguan kepribadian narsistik ditandai oleh keegoisan. Seperti gangguan histrionic, orang dengan gangguan ini mencari perhatian dan pujian. Mereka membesar-besarkan prestasi mereka, mengharapkan orang lain untuk menganggap mereka superior. Mereka cenderung pilih-pilih teman, karena mereka percaya bahwa tidak sembarang orang layak menjadi teman mereka. Narsisis cenderung membuat kesan pertama yang baik, namun memiliki kesulitan menjaga hubungan jangka panjang. Mereka umumnya tidak tertarik pada perasaan orang lain dan dapat memanfaatkan orang lain.
    Narsisme ini paling sering ditemukan pada pria dan penderitanya sering didiagnosis disertai dengan gangguan mental lainnya.

    8. Gangguan Kepribadian Menghindar (Avoidant Personality Disorders) adalah pola kepribadian yang didominasi oleh hambatan sosial, perasaan tidak percaya diri dan sangat sensitif terhadap hal-hal yang negatif.

    Gangguan kepribadian avoidant ditandai oleh kecemasan sosial ekstrem. Orang dengan gangguan ini sering merasa tidak memadai, menghindari situasi sosial, dan mencari pekerjaan dengan sedikit kontak dengan orang lain. Avoidants takut ditolak dan takut memperlakukan diri mereka di depan orang lain. Mereka membesar-besarkan potensi kesulitan situasi yang baru untuk membenarkan menghindari situasi baru tersebut. Sering kali, mereka akan menciptakan dunia fantasi untuk menggantikan dunia nyata. Tidak seperti gangguan kepribadian schizoid, avoidants merindukan hubungan sosial, namun mereka merasa mereka tidak dapat memperolehnya. Mereka sering mengalami depresi dan memiliki kepercayaan diri rendah.

    9. Gangguan Kepribadian Astenik (Dependent Personality Disorders) adalah pola kepribadian yang didominasi oleh ketidak-mampuan untuk berdiri sendiri, ketergantungan terhadap orang lain dan keinginan untuk selalu dilayani.

    Gangguan kepribadian dependent ditandai dengan kebutuhan untuk dijaga. Orang dengan gangguan ini cenderung melekat pada orang lain dan takut kehilangan mereka. Mereka rawan melakukan aksi bunuh diri saat terancam putus dengan orang yang digantunginya. Mereka cenderung untuk membiarkan orang lain membuat keputusan penting bagi mereka dan sering melompat dari suatu hubungan ke hubungan yang lain. Dependent sering berada dalam hubungan yang kasar. Kepekaan berlebihan terhadap penolakan (dalam berbagai hal, tidak hanya dalam masalah asmara) adalah lazim. Dependent sering merasa tak berdaya dan tertekan.

    10. Gangguan Kepribadian Anankastik (Obsessive-Compulsive Personality Disorders) adalah pola kepribadian yang didominasi oleh pikiran yang terpaku (preoccupation) terhadap kebiasaan sehari-hari, kontrol diri yang kuat dan serba ingin sempurna (perfectionism).

    Walaupun gangguan kepribadian Obsesif-Kompulsif (Obsesseive Compulsive Personality Disorder / OCPD) terdengar mirip dengan gangguan kecemasan obsesif-kompulsif (Obsessive Compulsive Anxiety Disorder / OCAD), keduanya adalah gangguan yang sangat berbeda. Orang OCPD terlalu fokus pada keteraturan dan kesempurnaan. Kebutuhan mereka untuk melakukan segalanya “benar” sering mengganggu produktivitas mereka. Mereka cenderung untuk terjebak dalam rincian dan kehilangan gambaran yang lebih besar. Mereka menetapkan standar terlalu tinggi bagi dirinya dan orang lain, dan cenderung sangat kritis terhadap orang lain ketika orang lain tidak mampu mengikuti standarnya yang tinggi. Mereka menghindari bekerja dalam tim, mempercayai orang lain terlalu ceroboh atau tidak kompeten. Mereka juga menghindari membuat keputusan karena mereka takut membuat kesalahan dan jarang bersikap dermawan dengan waktu atau uang. Mereka sering mengalami kesulitan mengekspresikan emosi

    11. Gangguan Kepribadian Siklotimik (Affective Personality Disorders) adalah pola kepribadian yang didominasi gangguan alam perasaan (affective) yang ditandai oleh gejala gembira berlebihan dan sedih berlebihan.

    12. Gangguan Kepribadian Eksplosif (Explossive Personality Disorders) adalah pola kepribadian yang didominasi oleh hilangnya pengendalian emosi (agresif) yang mengakibatkan tindakan kekerasan dan kerusakan harta benda.

    13. Gangguan Kepribadian Pasif-Agresif (Passive-Agressive Personality Disorders) adalah pola kepribadian yang didominasi oleh perilaku yang tidak wajar terhadap pekerjaan maupun pergaulan sosial, msialnya berlambat-lambat, mengulur waktu dengan alasan “lupa”.


    Menurut buku Pedoman Penggolongan Diagnosa Gangguan Jiwa Indonesia (PPDGJ, 1983) dan Diasnogtic Statistical Manual of Mental Disorder (DSM-IV-TR, 2004),


    kepribadian part 1

  • - Copyright © 2013 RETNO_WIBOWO - To Aru Kagaku no Railgun - Powered by Blogger - Designed by retno wibowo -