Recent Blog Post

Archive for 08/01/12

  • Kesehatan Mental



    Hai semua nama gue Damar(retno wibowo)gua ngutip dari suatu artikel karya edwing telah kuliah di fakultas psikolog beliau menjelaskan:


    Definisi

    Sehat menurut WHO (dalam Beidel, Bulik, dan Stanley, 2010) adalah keadaan status sehat utuh secara fisik, mental dan sosial, dan bukan hanya suatu keadaan bebas penyakit, cacat dan kelemahan.

    Sehat menurut Freund (dalam Siswanto, 2007) adalah suatu kondisi yang dalam keadaan baik dari suatu organisme atau bagiannya, yang dicirikan oleh fungsi yang normal dan tidak adanya penyakit.

    Sehat menurut gue pribadi itu simple. Sehat adalah cerminan dari suatu keadaan seseorang yang berada dalam keadaan baik, secara jiwa dan raga.


    Sejarah

    Gangguan mental tidak dianggap sebagai sakit. Pada tahun 1600an, gangguan sehat itu dianggap sesuatu yang horror. Mereka menganggap orang yang mengalami gangguan mental adalah orang yang sedang kerasukan setan. Itu mungkin disebabkan karena orang yang kerasukan itu melakukan kesalahan terhadap roh roh, entah itu pipis sembarangan, main main dikuburan, dan berbagai macam. makadari itu, pada jaman dulu, orang yang mengalami sakit mental kerap di exorcist atau dibiarkan begitu saja. ada juga yang menganggap bahwa orang yang kesehatan mentalnya tidak baik dianggap sebagai penyihir. tau sendirikan apa yang terjadi kepada penyihir di zaman dulu. yup, mereka dibantai. dibelahan dunia lain, orang yang mengalami sakit mental dianggap sebagai kriminal. otomatis, penjara penuh!

    Gangguan Mental Dianggap Sakit. Pada saat ini, sekitar tahun 1700an, benih benih pendekatan secara medis mulai diperkenalkan, yaitu dengan memberikan penjelasan masalah kejiwaan. enggak banyak yang bisa gue kasih tau disini karena emang baru sedikit sekali teori teori tentang kejiwaan, apalagi tentang bagaimana mengatasi permasalahan mental. tapi, disini sudah mulai terjadi perubahan. para pasien penyakit mental tidak lagi dikira sebagai penyihir, kriminal, atau kesurupan. pada masa ini para pasien dimasukan ke dalam rumah sakit jiwa. mereka mendapat penanganan walau pun masih banyak kegagalan. lalu pada tahun 1900 mulai muncul ilmuwan ilmuwan yang mempelajari tentang kejiwaan seperti Sigmund Freud, Emil Kraepelin, dsb. otomatis, berbagai macam macam eksperimen dilakukan untuk perkembangan ilmu kejiwaan.

    Gangguan Mental Dianggap Sebagai Bukan Sakit. Pada tahun 1960, Thomas Szasz membut tulisan tentang teori yang mengemukakan bahwa sakit mental sebenarnya tidaklah betul betul sakit. hmmm... mungkin maksudnya begini kali yah, orang yang mengalami sakit mental tidak sakit seperti orang yang mengalami pusing. orang pusing kan terjadi karena sakit kepala dan rasanya itu 'nyut-nyutan' kalau bahasa Jawa. nah, kalau orang yang mengalami sakit mental tidaklah merasakan sakit. bahkan dia mungkin menganggap bahwa dia normal dan juga unik. tapi, para doktor dan ahli lainnya mengatakan bahwa ada yang 'sakit' dengan dirinya. 

    Melawan Diskriminasi Terhadap Gangguan Mental. Tahun 1990, penanganan terhadap kesehatan mental sudah banyak, tapi namanya juga termasuk baru muncul, beberapa orang masih kurang peduli dengan kesehatan mental. entah itu dicuekin, dikucilkan, atau bahkan dicaci maki. apalagi kalau masalah pekerjaan. biasanya orang yang mengalami kesehatan mentalnya kurang baik lebih susah untuk mendapatkan pekerjaan.

    nah, berikut tadi adalah sejarahnya. kesehatan mental itu pernah dianggap sebagai hal yang mistis, kriminal, sampai akhirnya ke penjelasan yang lebih ilmiah.

    psikolog

  • - Copyright © 2013 RETNO_WIBOWO - To Aru Kagaku no Railgun - Powered by Blogger - Designed by retno wibowo -