Hai semua nama gue Damar(retno wibowo)gua ngutip dari suatu artikel karya edwing telah kuliah di fakultas psikolog beliau menjelaskan:
Definisi
Sehat
menurut WHO (dalam Beidel, Bulik, dan Stanley, 2010) adalah keadaan
status sehat utuh secara fisik, mental dan sosial, dan bukan hanya suatu
keadaan bebas penyakit, cacat dan kelemahan.
Sehat
menurut Freund (dalam Siswanto, 2007) adalah suatu kondisi yang dalam
keadaan baik dari suatu organisme atau bagiannya, yang dicirikan oleh
fungsi yang normal dan tidak adanya penyakit.
Sehat
menurut gue pribadi itu simple. Sehat adalah cerminan dari suatu
keadaan seseorang yang berada dalam keadaan baik, secara jiwa dan raga.
Sejarah
Gangguan mental tidak dianggap sebagai sakit. Pada tahun 1600an, gangguan sehat
itu dianggap sesuatu yang horror. Mereka menganggap orang yang
mengalami gangguan mental adalah orang yang sedang kerasukan setan. Itu
mungkin disebabkan karena orang yang kerasukan itu melakukan kesalahan
terhadap roh roh, entah itu pipis sembarangan, main main dikuburan, dan
berbagai macam. makadari itu, pada jaman dulu, orang yang mengalami
sakit mental kerap di exorcist atau dibiarkan begitu saja. ada juga yang
menganggap bahwa orang yang kesehatan mentalnya tidak baik dianggap
sebagai penyihir. tau sendirikan apa yang terjadi kepada penyihir di
zaman dulu. yup, mereka dibantai. dibelahan dunia lain, orang yang
mengalami sakit mental dianggap sebagai kriminal. otomatis, penjara
penuh!
Gangguan Mental Dianggap Sakit.
Pada saat ini, sekitar tahun 1700an, benih benih pendekatan secara
medis mulai diperkenalkan, yaitu dengan memberikan penjelasan masalah
kejiwaan. enggak banyak yang bisa gue kasih tau disini karena emang baru
sedikit sekali teori teori tentang kejiwaan, apalagi tentang bagaimana
mengatasi permasalahan mental. tapi, disini sudah mulai terjadi
perubahan. para pasien penyakit mental tidak lagi dikira sebagai
penyihir, kriminal, atau kesurupan. pada masa ini para pasien dimasukan
ke dalam rumah sakit jiwa. mereka mendapat penanganan walau pun masih
banyak kegagalan. lalu pada tahun 1900 mulai muncul ilmuwan ilmuwan yang
mempelajari tentang kejiwaan seperti Sigmund Freud, Emil Kraepelin,
dsb. otomatis, berbagai macam macam eksperimen dilakukan untuk
perkembangan ilmu kejiwaan.
Gangguan Mental Dianggap Sebagai Bukan Sakit.
Pada tahun 1960, Thomas Szasz membut tulisan tentang teori yang
mengemukakan bahwa sakit mental sebenarnya tidaklah betul betul sakit.
hmmm... mungkin maksudnya begini kali yah, orang yang mengalami sakit
mental tidak sakit seperti orang yang mengalami pusing. orang pusing kan
terjadi karena sakit kepala dan rasanya itu 'nyut-nyutan' kalau bahasa
Jawa. nah, kalau orang yang mengalami sakit mental tidaklah merasakan
sakit. bahkan dia mungkin menganggap bahwa dia normal dan juga unik.
tapi, para doktor dan ahli lainnya mengatakan bahwa ada yang 'sakit'
dengan dirinya.
Melawan
Diskriminasi Terhadap Gangguan Mental. Tahun 1990, penanganan terhadap
kesehatan mental sudah banyak, tapi namanya juga termasuk baru muncul,
beberapa orang masih kurang peduli dengan kesehatan mental. entah itu
dicuekin, dikucilkan, atau bahkan dicaci maki. apalagi kalau masalah
pekerjaan. biasanya orang yang mengalami kesehatan mentalnya kurang baik
lebih susah untuk mendapatkan pekerjaan.
nah,
berikut tadi adalah sejarahnya. kesehatan mental itu pernah dianggap
sebagai hal yang mistis, kriminal, sampai akhirnya ke penjelasan yang
lebih ilmiah.