Spontaneous human combustion
Spontaneous human combustion (SHC) adalah nama yang digunakan pada kasus-kasus terbakarnya tubuh manusia tanpa adanya pemicu api dari luar. Ilmuwan membantah SHC itu nyata, tapi tercatat 200 kasus SHC dalam 300 tahun terakhir.
Korban SHC sering ditemukan dengan torso termakan habis api, tapi bagian bawah tubuh masih utuh.
Beberapa mengatakan korban SHC terbakar karena puntung rokok yang tidak dimatikan, tapi hal ini sama sekali tidak mungkin. Untuk membakar habis tubuh manusia dibutuhkan temperatur diatas 1.000 derajat celcius.
Tapi anehnya bila sebuah tubuh terlalap api sepanas +1.000 derajat celcius, kenapa perabotan-perabotan di sekitar korban SHC tidak pernah ikut terbakar?
Berikut adalah sebagian kecil dari daftar fenomena SHC yang diketahui yang kebanyakan berlokasi di Barat karena dari sanalah mereka berasal :
(Kasus ini bukan soal SHC, namun masih berhubungan soal fenomena "api yg misterius') Dalam buku "Phenomena" yang ditulis Jonny Michell & Robert Rickard, diceritakan bahwa di akhir abad ke-19 ada seorang wanita bernama Jennie Morgan dari Missouri yang memiliki kemampuan khusus. Percikan bunga api muncul dari wanita itu ke barang-barang di sekitarnya. Ia juga diketahui bisa membuat orang lain pingsan ketika berjabat tangan dengannya.
Spontaneous human combustion (SHC) adalah nama yang digunakan pada kasus-kasus terbakarnya tubuh manusia tanpa adanya pemicu api dari luar. Ilmuwan membantah SHC itu nyata, tapi tercatat 200 kasus SHC dalam 300 tahun terakhir.
Korban SHC sering ditemukan dengan torso termakan habis api, tapi bagian bawah tubuh masih utuh.
Beberapa mengatakan korban SHC terbakar karena puntung rokok yang tidak dimatikan, tapi hal ini sama sekali tidak mungkin. Untuk membakar habis tubuh manusia dibutuhkan temperatur diatas 1.000 derajat celcius.
Tapi anehnya bila sebuah tubuh terlalap api sepanas +1.000 derajat celcius, kenapa perabotan-perabotan di sekitar korban SHC tidak pernah ikut terbakar?
Berikut adalah sebagian kecil dari daftar fenomena SHC yang diketahui yang kebanyakan berlokasi di Barat karena dari sanalah mereka berasal :
Tahun 1731
Seorang wanita yg diketahui sebagai Countess Cornelia di Bandi dari Cesena, Italia, ditemukan meninggal karena terbakar di lantai kamar tidurnya. Hanya kakinya yang masih memakai stocking dan sebagian kepalanya yang tersisa.
Kasus itu dianggap membingungkan karena normalnya, dalam kasus kebakaran rumah, anggota tubuh terbakar lebih dulu barulah batang tubuhnya ikut terkena api, namun dalam kasus ini justru tubuh korban hangus hingga menjadi abu namun kaki dan kepalanya masih tersisa.
Tanggal 27 Agustus 1938
Phyllis Newcombe dan pria tunangannya Madge Knight baru saja meninggalkan pesta dansa pada tengah malam di Chelmsford. Tiba-tiba gaun yg dipakai Phyllis - yang terbuat dari bahan crinoline - menyala hebat dan ia terpaksa diangkut ke rumah sakit setelah sempat berhasil menanggalkan gaunnya.
Sayang, ia meninggal beberapa jam kemudian. Dugaan awal, peristiwa itu disebabkanoleh puntung rokok, namun nyatanya gaun dari bahan yg sama tidak terbakar sama sekali sekalipun disundut dengan puntung rokok yg menyala. Keanehan lainnya, api seharusnya tidak menyala sebesar itu kecuali ada bensin atau minyak yg disiramkan pada saat itu.
Akhir tahun 1950-an di London
Seorang wanita sedang berdansa dengan pasangannya di diskotik. Tiba-tiba tubuh wanita tersebut diselimuti api dan ia meninggal sebelum api berhasil dipadamkan. Penyebab terbakarnya wanita itu masih misteri karena berdasarkan penuturan para saksi, tidak ada yang merokok dalam diskotik pada waktu itu dan tidak ada benda-benda mengandung api semisal lilin di atas meja.
Oktober 1963
Olga Woth meninggal karena terbakar hidup-hidup di dalam mobil. Tidak ada bau benda mudah terbakar seperti minyak yang tercium dan mobilnya sendiri sama sekali tidak terbakar.
Tanggal 19 November 1963 di Sussex
Madge Knight meninggal akibat terbakar ketika sedang tidur sendirian di kamarnya. Hal yg membingungkan, tidak tercium bahan-bahan mudah terbakar di lokasi & alas ranjangnya sama sekali tidak terbakar.
Bulan Desember 1966
Dr. John Irving Bentley ditemukan terbakar di dalam kamar mandi. Hanya kakinya yang tersisa, sementara barang-barang di kamar mandinya banyak yang tidak tersentuh api. Ini adalah salah satu kasus SHC yang paling terkenal.
Tahun 1980 di Chesire, Inggris
Susan Motteshead yang sedang memasak di dapur dan memakai piyama tahan api. Tiba-tiba muncul kobaran api beberapa detik dari punggungnya, namun tubuh dan rambutnya tidak terbakar sama sekali. Saat piyama yang dipakainya itu dicoba untuk dibakar oleh petugas pemadam kebakaran yang kemudian datang, piyama itu juga tidak bisa terbakar. Susan sendiri selamat dan tidak terluka sama sekali.
(Kasus ini bukan soal SHC, namun masih berhubungan soal fenomena "api yg misterius') Dalam buku "Phenomena" yang ditulis Jonny Michell & Robert Rickard, diceritakan bahwa di akhir abad ke-19 ada seorang wanita bernama Jennie Morgan dari Missouri yang memiliki kemampuan khusus. Percikan bunga api muncul dari wanita itu ke barang-barang di sekitarnya. Ia juga diketahui bisa membuat orang lain pingsan ketika berjabat tangan dengannya.
Ada beberapa hipotesis mengenai penyebab SHC. Salah satu hipotesis yang paling populer adalah yang dikenal sebagai "Efek Sumbu" (wick effect). Inti dari hipotesis itu adalah bahwa korban tiba-tiba tak sadarkan diri entah karena serangan jantung atau terlalu banyak minum alkohol.
Sumber api di dekatnya, misalnya dari rokok, lalu mulai membakar tubuh korbannya dengan memakai lemak dan alkohol sebagai bahan bakarnya. Teori ini sendiri memiliki kelemahan seperti fakta bahwa banyak korban sedang melakukan aktivitas secara aktif saat SHC terjadi dan fakta bahwa sumber api kecil semisal rokok nyatanya sulit membakar tubuh manusia karena kalaupun kulit korbannya berhasil terbakar, sumber apinya sendiri sudah padam. Apalagi dengan teori ini, api akan menjalar pelan-pelan, sementara dalam kasus SHC api muncul secara mendadak dan seketika.
Hipotesis lainnya adalah mengenai fenomena bahwa korban meninggal akibat adanya "penyimpangan" medan magentik bumi. Hipotesis itu menyatakan bahwa beberapa manusia memiliki kemampuan untuk "mengumpulkan" gelombang magnetik sehingga tubuhnya tiba-tiba terbakar ketika gelombang yang terkumpul cukup tinggi untuk membentuk api - yang juga merupakan salah satu bentuk gelombang.
Ibaratnya kurang lebih seperti kaca pembesar yang mengumpulkan cahaya dan perlahan mulai membakar benda di titik fokusnya. Hal ini didukung oleh fakta bahwa terjadi kenaikan intensitas medan magnet pada beberapa fenomena SHC (lihat diagram). Namun, gagasan mengenai manusia yg bisa memfokuskan gelombang magnetis sendiri masih dipertanyakan.
Masih ada hipotesis lain seperti mengaitkan fenomena SHC dengan kondisi kejiwaan seseorang. Dikatakan bahwa saat seseorang mengalami guncangan jiwa, oksigen dan hidrogen dalam tubuhnya akan mengalami reaksi berantai yang lebih lanjut menyebabkan ledakan dari dalam sel.
Sebagian orang bahkan percaya bahwa SHC adalah fenomena supranatural yang berasal dari "sesuatu yang tidak terlihat dan tidak bisa dirasakan manusia".
Satu hal yang pasti, sekalipun ada banyak hipotesis mengenai sebab fenomena SHC, belum ada penjelasan yang bisa menjelaskan fenomena SHC secara gamblang
Kasus SHC yang paling terkenal adalah yang terjadi pada Mary Reeser.
1951, St. Petersburg, Florida. Tuan tanah dari ruang apartment Mary Reeser menemukan kenop pintu kamar Mary panas tidak alami. Ia memanggil polisi.
Polisi menemukan sisa-sisa dari Mary Reeser, sebagian dari kaki kanan dan tulang punggungnya. Tengkoraknya ditemukan diantara abu tapi ukurannya sudah menyusut (sampai seukuran cangkir teh). Benda-benda plastik pada ruangan sudah meleleh dan kehilangan bentuk. Tembok ruangan menghitam tapi anehnya, tidak ada satupun furniture yang rusak.
Polisi lokal dan FBI kebingungan menjelaskan hal ini. Tidak ada yang bisa menjelaskan api yang melahap Mary Reeser.
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ7kOk-zQ532W7IQeN9yh3EggZyxPeipqeadVO1lWtFc0foE7qY7Dr1TM Ju
Sampai saat ini sudah banyak teori mengenai terjadinya SHC, tapi tidak ada yang dapat menerangkan fenomena SHC sepenuhnya dengan tepat.
Beberapa teori yang cukup dikenal seperti:
Wick effect (efek lilin, dimana tubuh manusia sebagai lilinnya dan pakaian sebagai sumbu), gas metana pada usus yang menumpuk dan terbakar oleh enzim, korban terbakar oleh listrik statis dalam jumlah besar, dll.
Kasus SHC yang paling terkenal adalah yang terjadi pada Mary Reeser.
1951, St. Petersburg, Florida. Tuan tanah dari ruang apartment Mary Reeser menemukan kenop pintu kamar Mary panas tidak alami. Ia memanggil polisi.
Polisi menemukan sisa-sisa dari Mary Reeser, sebagian dari kaki kanan dan tulang punggungnya. Tengkoraknya ditemukan diantara abu tapi ukurannya sudah menyusut (sampai seukuran cangkir teh). Benda-benda plastik pada ruangan sudah meleleh dan kehilangan bentuk. Tembok ruangan menghitam tapi anehnya, tidak ada satupun furniture yang rusak.
Polisi lokal dan FBI kebingungan menjelaskan hal ini. Tidak ada yang bisa menjelaskan api yang melahap Mary Reeser.
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ7kOk-zQ532W7IQeN9yh3EggZyxPeipqeadVO1lWtFc0foE7qY7Dr1TM Ju
Sampai saat ini sudah banyak teori mengenai terjadinya SHC, tapi tidak ada yang dapat menerangkan fenomena SHC sepenuhnya dengan tepat.
Beberapa teori yang cukup dikenal seperti:
Wick effect (efek lilin, dimana tubuh manusia sebagai lilinnya dan pakaian sebagai sumbu), gas metana pada usus yang menumpuk dan terbakar oleh enzim, korban terbakar oleh listrik statis dalam jumlah besar, dll.
emang sih d tubuh kita ad listrikny,. toh organ tubuh kita bekerja atas rangsangn (berupa listrik) dari otak, tapi masa iya bisa sampai membuat korsleting pada badan kita,.. kan gerakanya cepet jadi kemungkinan hilangnya juga cepet
sebagai contohnya : ketika kita akan nengok,,,,,dan pada saat itu pula gerakan nengok itu otot leher nerima rangsangn (listrik) setelah rasa itu telah hilang..muncul lgi pda saat gerakan balik,.
2. gas metana pada usus yang menumpuk dan terbakar oleh enzim, bner d spanjang saluran pencernaan (lambung, usus, sampe anus) ad gas2 yg ikut masuk pda saat kta makn, mnum, (trlebih lgi jka konsumsi makann ato mnuman trtntu) jg molekul gas halis pencernaan, salh stuny y metana it (yg bikin kent*t jdi bau),.. tpi jumlahny ap sebnyak it sampe2 bikin orang kbakar,.?? lgi pula sjauh ini blum d temuin tuh ENZIM yng bsa MEMANASKAN molekul tertentu d dalm tubuh,..
3. Wick effect (efek lilin, dimana tubuh manusia sebagai lilinnya dan pakaian sebagai sumbu),
untuk teory yg ini : "NO COMMENT aj wes,.." (kek artis ti tipi2)
klo mnurut ak nih,.. fenomena ini hasil kerjaan 99% DNA manusia yg "tertidur",.. sma halny dgn Telekinesis dan kawan2ny it,..
bsa d byangin klo smua orng (ato mungkn beberapa orng) mampu ngaktifin 10% dri DNA itu,..
sebagai contohnya : ketika kita akan nengok,,,,,dan pada saat itu pula gerakan nengok itu otot leher nerima rangsangn (listrik) setelah rasa itu telah hilang..muncul lgi pda saat gerakan balik,.
2. gas metana pada usus yang menumpuk dan terbakar oleh enzim, bner d spanjang saluran pencernaan (lambung, usus, sampe anus) ad gas2 yg ikut masuk pda saat kta makn, mnum, (trlebih lgi jka konsumsi makann ato mnuman trtntu) jg molekul gas halis pencernaan, salh stuny y metana it (yg bikin kent*t jdi bau),.. tpi jumlahny ap sebnyak it sampe2 bikin orang kbakar,.?? lgi pula sjauh ini blum d temuin tuh ENZIM yng bsa MEMANASKAN molekul tertentu d dalm tubuh,..
3. Wick effect (efek lilin, dimana tubuh manusia sebagai lilinnya dan pakaian sebagai sumbu),
untuk teory yg ini : "NO COMMENT aj wes,.." (kek artis ti tipi2)
klo mnurut ak nih,.. fenomena ini hasil kerjaan 99% DNA manusia yg "tertidur",.. sma halny dgn Telekinesis dan kawan2ny it,..
bsa d byangin klo smua orng (ato mungkn beberapa orng) mampu ngaktifin 10% dri DNA itu,..
Hangus karena tertidur?????
Dan sekarang, inilah teori yang paling sederhana. Menurut sebagian orang, penyebab terbakarnya tubuh korban dapat disimpulkan dari ciri-ciri korban . Para korban yang ditemukan umumnya sedang merokok atau mabuk dan sendirian. Korban juga pada umumnya berusia lanjut atau memiliki kendala pada tubuh seperti cacat.
Jadi ketika mereka tertidur, rokok yang dipegang oleh mereka jatuh, membakar karpet dan akhirnya menjalar ke tubuhnya. Karena mereka memiliki kendala gerak pada tubuhnya, maka mereka tidak mampu menyelematkan diri hingga tewas di tempat. Sederhana sekali kan ?
Tapi teori ini dianggap mengabaikan fakta bahwa di tempat penemuan mayat korban, benda-benda sekitar bahkan tempat tidur atau kursi tidak ditemukan hangus sama sekali. Ini menunjukkan bahwa sumber api sepertinya berasal dari dalam tubuh korban, bukan dari luar.
semoga bisa bermanfaat
Dan sekarang, inilah teori yang paling sederhana. Menurut sebagian orang, penyebab terbakarnya tubuh korban dapat disimpulkan dari ciri-ciri korban . Para korban yang ditemukan umumnya sedang merokok atau mabuk dan sendirian. Korban juga pada umumnya berusia lanjut atau memiliki kendala pada tubuh seperti cacat.
Jadi ketika mereka tertidur, rokok yang dipegang oleh mereka jatuh, membakar karpet dan akhirnya menjalar ke tubuhnya. Karena mereka memiliki kendala gerak pada tubuhnya, maka mereka tidak mampu menyelematkan diri hingga tewas di tempat. Sederhana sekali kan ?
Tapi teori ini dianggap mengabaikan fakta bahwa di tempat penemuan mayat korban, benda-benda sekitar bahkan tempat tidur atau kursi tidak ditemukan hangus sama sekali. Ini menunjukkan bahwa sumber api sepertinya berasal dari dalam tubuh korban, bukan dari luar.
semoga bisa bermanfaat
follow my twitter:
